Klasifikasi Kabel Fiber Optic Serta Kelebihan Dan Kekurangan Nya

Klasifikasi Kabel Fiber Optic Serta Kelebihan Dan Kekurangan Nya - Fiber Optic merupakan salah salah satu jenis media transfer data dalam jaringan komputer. Sekilas bentuknya seperti sebuah kabel, namun berbeda dengan kabel lainnya karena media ini mentransfer data dalam bentuk cahaya. Untuk mengggunakan Fiber Optic  dibutuhkan kartu jaringan yang memiliki konektor tipe ST (ST Connector).

Klasifikasi Kabel Fiber Optic Serta Kelebihan Dan Kekurangan Nya

Fiber optik banyak digunakan pada perusahaan besar atau pemerintahan yang membutuhkan kemampuan transfer sangat cepat. Teknologi ini banyak dipilih orang karena merupakan media pentransfer data paling efektif, memiliki tingkat loss data dan gangguan yang rendah, dan bandwith yang tinggi.

Teknologi Fiber Optik juga digunakan pada jaringan komputer sebagai penyalur data seperti kabel UTP. Walaupun ukurannya kecil, tetapi fiber optik mampu menyalurkan data lebih cepat dibandingkan kabel lain pada umumnya, dan dapat membawa data lebih banyak dengan jarak yang sangat jauh dibandingkan kabel yang memanfaatkan sinyal listrik seperti UTP.

Implementasi dari kabel Fiber Optic


Saat ini, terutama di Indonesia, teknologi kabel Fiber Optic sudah mulai banyak dikembangkan dan juga digunakan secara luas. Terbukti, banyak sekali perusahaan telekomunikasi nasional, yang menggunakan teknologi kabel Fiber Optic ini sebagai kabel jaringan utamanya. Berikut ini adalah beberapa pemanfaatan dari jaringan kabel Fiber Optic di Indonesia :

  • Sebagai jaringan backbone dari sistem jaringan perusahaan besar
  • Jaringan internet, baik personal maupun corporate
  • Jaringan kabel telepon rumah
  • Jaringan penggunaan TV Digital / TV Kabel.

Sistem Komunikasi Fiber Optic


Sistem Komunikasi Serat Optik adalah sistem komunikasi dengan menggunakan sinar atau cahaya sebagai pembawa informasi dan menggunakan serat optik sebagai media transimisi. Alasan utama pembuatan serat optik adalah penggunaannya pada sistem komunikasi agar diperoleh sistem dengan kapasitas besar dan kecepatan tinggi untuk pengiriman bermacam informasi baik suara maupun data.

Serat optik juga banyak digunakan pada berbagai sistem komunikasi kabel laut sehingga kabel serat optik dipasang di dasar samudra yang mengubungkan berbagai kota di berbagai negara, selain itu juga digunakan dimanfaatkan pada LAN or (Local Area Netwk) atau pun pada WAN (Wide Area Network).

Struktur Dasar Fiber Optic


Sebagaimana namanya, maka serat optik dibuat dari gelas silica  dengan penampang berbentuk lingkaran atau bentuk-bentuk lainnya. Pembuatan serat optik dilakukan dengan cara menarik bahan gelas kental-cair sehingga dapat diperoleh serabut atau serat gelas dengan penampang tertentu. Proses ini dikerjakan dalam keadaan bahan gelas yang panas, terpenting dalam pembuatan serat optik adalah menjaga agar perbandingan relatif antara bermacam lapisan tidak berubah sebagai akibat tarikan.

Gambar konstruksi dari kabel serat optik :

Klasifikasi Kabel Fiber Optic Serta Kelebihan Dan Kekurangan Nya

Pada gambar diatas merupakan konstruksi dari kabel serat optik yang memilki bagian pusat kabel terdapat inti kaca dan mempunyai ketebalan 8-10 mikron. Tempat ini merupakan tempat cahaya akan berpropagasi. Inti dibungkus kaca yang mempunyai indeks refraksi yang lebih rendah, hal ini untuk menjaga agar cahaya tetap menjalar pada inti. Kemudian terdapat plastik tipis yang berfungsi sebagai pelindung bungkus kaca. Secara umum serat digabungkan dalam suatu bundel dan dilindungi oleh sarung, dimana ada juga setiap sarung yang bisa berisikan banyak serat optik.

Secara garis besar Fiber Optic memiliki 3 struktur dasar yaitu:

  • Core (inti)
    Berfungsi untuk menetukan cahaya merambat dari satu ujung ke ujung lainnya. Terbuat dari bahan kuarsa dengan kualitas sangat tinggi, merupakan bagian utama dari Fiber Optic karena perambatan cahaya terjadi disini. Diameternya adalah 10 µm – 50 µm, ukuran core sangat mempengaruhi Fiber Optic.

  • Cladding (lapisan)
    Berfungsi sebagai cermin, yakni memantulkan cahaya agar dapat merambat ke ujung lainnya. Terbuat dari gelas dengan indeks bias lebih kecil dari core, merupakan selubung dari core, sangat mempengaruhi besarnya sudut kritis.

  • Coating (jaket)
    Berfungsi sebagai pelidung mekanis dan tempat kode warna. Terbuat dari bahan plastik, berfungsi untuk melindungi serat optik dar kerusakan.

Kelebihan Fiber Optik


Saat ini mungkin banyak muncul pertanyaan, apabila kabel UTP banyak digunakan dalam sebuah jaringan, mengapa kita harus menggunakan kabel dengan Fiber Optic? Ada beberapa keunggulan dar kabel Fiber Optic dibandingkan dengan kabel jaringan sejenis. Berikut ini adalah kelebihan dari kabel fiber optik :

  • Kelebihan dari Fiber Optic dibanding media kabel lainya adalah dalam hal kecepatan transfer datanya yang sangat tinggi. Selain itu Fiber Optic mampu mentransfer data pada jarak yang cukup jauh yaitu 2500 meter lebih tanpa bantuan perangkat Repeater.
  • Fiber optik mampu menyalurkan data yang lebih banyak dengan kecepatan yang tinggi, bahkan bisa mencapai Gbps, sehingga lebar bandwidth menjadi lebih besar.
  • Tidak rentan terhadap penyadapan data dibanding teknologi Wireless.
  • Memiliki ukuran yang lebih kecil dan ringan daripada kabel lainnya, sehingga dapat menghemat tempat.
  • Memiliki gangguan yang sedikit, dikarenakan fiber optik tidak terpengaruh oleh sinyal elektromagnetik dan radio karena tidak menggunakan listrik melainkan menggunakan plastik dan cahaya.
  • Lebih aman, karena serat optik tidak mudah terbakar dan tidak mengalirkan listrik sedikitpun.
  • Fiber optik dapat mengalirkan sinyal lebih jauh jika dibandingkan dengan kabel yang menggunakan sinyal listrik pada umumya. Bahkan fiber optik tidak memerlukan Repeater (penguat sinyal), jika diperlukan Repeater, biasanya akan diletakkan di jarak yang jauh (sekitar 50-100 km).
  • Kelebihan lainnya yaitu tahan terhadap interferensi dari frekuensi-frekuensi liar yang ada disepanjang jalur instalasi.

Kelemahan Fiber Optik


Setiap hal pasti memiliki kelemahan ataupun kekurangan walau sangat kecil, termasuk fiber optik. Berikut adalah kelemahan dari teknologi fiber optik.

  • Perawatan dan pemasangan sulit, jika terjadi kerusakan pada kabel fiber optik, maka harus memanggil orang yang sudah berpengalaman dan sudah ahli pada bidang tersebut.
  • Harga relatif mahal jika dibandingkan dengan kabel jenis lainnya seperti UTP yang memiliki harga yang terjangkau.
  • Kabel fiber optik tidak bisa diletakkan di belokan yang sangat tajam, ini dikarenakan fiber optik menggunakan cahaya sebagai penghantar sinyal, jika kabel ditekuk maka cahaya akan bocor dan akan mengalir ke tekukkan tersebut.
  • Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya acoecrosstalka dan sinyal acoenoisea.
  • Kurang fleksible jika ada ekspansi.
  • Penggunaan kabel sangat rentan terhadap gangguan binatang liar. Hal ini bisa saja terjadi, seperti contohnya kabel digigit oleh tikus. Hal ini tidak akan terjadi apabila anda menggunakan teknologi jaringan Wireless.
Teknologi fiber optik sangat cepat dalam mentransfer data karena menggunakan cahaya sebagai penghantarnya, seperti yang kita tahu bahwa cahaya memiliki kecepatan yang sangat tinggi bahkan tidak bisa kita ukur tanpa menggunakan alat bantu. Semoga artikel ini bisa bermanfaat, silahkan untuk meninggalkan komentar dibawah ini dan memberikan masukan setelah membaca. Terima kasih.

0 komentar:

Post a Comment